MATARAM, NTB – Kota Mataram berhasil mencatatkan capaian investasi yang mengesankan pada triwulan ketiga 2024, dengan total realisasi mencapai Rp1,3 triliun. Angka ini hampir mendekati target investasi tahunan sebesar Rp1,6 triliun yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram, Amiruddin, menyampaikan bahwa dengan pencapaian tersebut, target investasi sudah terealisasi sebesar 80 persen. Amir merinci bahwa pada triwulan pertama, nilai investasi yang masuk sebesar Rp430,3 miliar, triwulan kedua mencapai Rp457,6 miliar, dan pada triwulan ketiga mencapai Rp501,0 miliar. “Total realisasi investasi hingga triwulan ketiga tahun ini mencapai Rp1,389 triliun,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa investasi pada triwulan ketiga terkonsentrasi di lima sektor utama. Di antaranya adalah sektor perdagangan dan reparasi dengan nilai investasi Rp187,3 miliar, sektor transportasi, gudang, dan komunikasi sebesar Rp99,1 miliar, serta sektor jasa lainnya sebesar Rp94,4 miliar.
Sektor industri lainnya, seperti industri makanan, juga memberikan kontribusi dengan nilai investasi sebesar Rp18,2 miliar, sedangkan sektor hotel dan restoran mencatatkan Rp10,5 miliar. Kelima sektor ini menjadi yang terbesar dalam sebaran investasi hingga triwulan ketiga,” tambahnya.
Pemerintah Kota Mataram optimis bahwa pada triwulan terakhir 2024, realisasi investasi akan melampaui target. Beberapa proyek strategis dan peluang investasi baru sedang digarap untuk mendukung pencapaian ini. “Kami memperkirakan hingga akhir tahun realisasi investasi dapat mencapai 123 persen dari target tahunan,” ujar Amir dengan penuh optimisme.
Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, turut menegaskan bahwa sebagai pusat perdagangan dan jasa di NTB, Kota Mataram terus menjaga iklim investasi yang kondusif. “Sebagai ibu kota provinsi, kami siap menerima investasi dari berbagai sektor. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Kota Mataram,” paparnya.
Dengan kondisi ini, Kota Mataram semakin memperkuat posisinya sebagai pusat investasi yang strategis di kawasan NTB. Pemerintah terus membuka peluang dan mendorong investor untuk menjadikan Mataram sebagai tujuan utama penanaman modal. (sahri)
