Mataram Jurnal
GPM di di Kelurahan Dasan Agung
DaerahKetahanan PanganMataramPemerintahan Daerah

Gerakan Pangan Murah di Mataram Stabilkan Harga Menjelang Nataru 2025

MATARAM-NTB, Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Mataram diadakan untuk menjamin ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025. Pada periode ini, permintaan bahan makanan biasanya melonjak tajam. Jika tidak diantisipasi dengan langkah-langkah nyata, kenaikan harga pangan bisa terjadi, yang pada akhirnya akan memberatkan masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah.

Pemerintah Kota Mataram menyadari pentingnya menjaga keseimbangan ini dan mendorong inisiatif GPM sebagai respons terhadap dinamika pasar yang seringkali dapat menjadi tidak terduga. Momen perayaan seringkali menjadi waktu bagi pergeseran harga yang ekstrem, dan oleh karena itu, diharapkan dengan pelaksanaan GPM, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Program ini tidak hanya bermanfaat bagi konsumen, tetapi juga membantu petani dan produsen lokal dalam mendistribusikan produk mereka, yang pada akhirnya memperkuat perekonomian lokal.

Kerjasama antara pemerintah kota, distributor pangan, dinas pertanian, dan Bulog NTB menjadi elemen kunci dalam pelaksanaan GPM. Sebanyak 13 distributor kebutuhan pokok tersebut termasuk juga dari supermarket, Dinas Pertanian dengan melibatkan petani binaan, dan Bulog NTB yang khusus untuk menyiapkan 2 ton beras murah Rp10.600 per kilogram. Sinergi ini menciptakan saluran distribusi yang efisien, memastikan bahwa barang-barang yang diperlukan tersedia secara cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat. Disamping itu, kolaborasi ini juga bertujuan untuk menjaga mutu pangan yang didistribusikan, sehingga konsumen dapat memperoleh produk berkualitas baik.

Dari hasil evaluasi kegiatan GPM, kebutuhan pokok yang paling laris manis diburu warga antara lain, beras, telur, minyak, bawang, dan cabai. Dikatakan, harga yang dijual di GPM lebih murah dari harga pasar. Misalnya, untuk beras di GPM dijual Rp10.600 per kilogram, minyak goreng Rp15.000-Rp18.500 per liter, gula pasir Rp17.000-Rp17.500 per kilogram, telur Rp45.000-Rp53.000 per 30 butir, bawang merah Rp28.000-Rp30.000 per kilogram, dan cabai Rp8.000 per 500 gram.

Sementara harga di pasar untuk beras Rp13.000 per kilogram, minyak goreng Rp17.000-Rp18.000 per liter, gula pasir Rp18.000 per kilogram, telur Rp50.000-Rp55.000 per 30 butir, bawang Rp37.000 per kilogram, dan cabai Rp17.000 per kilogram. GPM telah usai dilaksanakan di Kelurahan Dasan Agung, selanjutnya besok pagi (Rabu 4/12-2024), GPM akan menggelarnya di Kelurahan Getap, Kecamatan Sandubaya.

Dengan dukungan berbagai pihak, GPM diharapkan mampu menciptakan dampak positif di masyarakat, sekaligus menjadi model pengelolaan pangan yang berkelanjutan di tingkat lokal. Program ini dapat menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa yang akan datang, memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses terhadap kebutuhan dasar mereka, terutama di saat-saat penting seperti perayaan. Upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat di Mataram. (sahri)

Related posts

Festival Kuliner “Ragi Genep” Kota Mataram Catat Perputaran Uang Rp900 Juta

MataramJurnal

Revolusi Produksi Pangan di Lombok Timur

MataramJurnal

Gelapkan Motor Kekasih, Pria Asal Sekarbela Ditangkap Polisi

MataramJurnal

Leave a Comment